Jealous
Hal yang biasa dirasa oleh umat manusia, jangan mengaku
punya hati deh kalau lo nggak bisa ngerasain yang namanya cemburu. Cemburu itu
biasa, tapi terlalu cemburu itu juga nggak bagus. Cemburu sama iri itu hampir
sama, sama- sama merasa nggak bisa seperti mereka.
Gue cemburu sama temen- temen gue, gue iri sama temen- temen
gue. Karna gue emang nggak bisa kayak mereka, nggak bisa ngelangkahin mereka.
Gue tau iri tanda tak mampu, tapi gue udah sekuat tenaga untuk menjadi seperti
mereka. Tapiii…. Ini gue, diri gue, hidup gue. Gue special karna gue berbeda.
Tapi kenapa rasa cemburu itu selalu menghantui diri gue.
Gue iri kalau yang lain memiliki kelebihan yang nggak gue
punya, gue iri kalau orang lain bisa melakukan apa yang nggak gue bisa, gue iri
kalau orang lain punya kemampuan lebih dari gue. Gue cemburu kalau orang lain
bisa dekat sama mereka, gue cemburu kalau orang lain lebih suka mereka dari
pada gue, gue cemburu kalau mereka lebih
dan lebih dari gue.
Itu wajar, gue manusia. Kalau gue robot, gue fine- fine aja
kalau misalnya gue disakitin. Karena robot nggak punya HATI!
Terkadang gue udah nyoba buat nggak iri atau cemburu sama
mereka, tapi setan- setan disekeliling gue selalu membisikan kata- kata yang
asli bikin gue “JLEB”bangeeet-_- “udahlah fik, lo itu nggak mungkin kayak
mereka. Mustahil. Hahaha” dan akhirnya timbulah rasa ingin menyaingi dan tak
besyukur atas diri ini apa yang diberikan oleh ALLAH SWT kepada kita.
Akhirnya gue berfikir (jadi selama ini nggak mikir?)-_-.
Bukan. Akhirnya gue adar (oh, baru siuman)-_-“ ihhh, goa ah!. Maksudnyaaaa
seharusnya gue bersyukur masih diberi kesempatan oleh ALLAH untuk menghirup
polusi dan merasakan system yang amburadul ini (sungguh gue bersyukur atas itu.
Hem) apapun kehidupan lo, apapun rasa yang lo rasa, syukuri, karna nggak banyak
orang merasakan itu. Dan mungkin banyak orang mau seperti lo. Tapi bagi gue,
jadilah diri lo sendiri, mau lo disayang, mau lo dibenci, itu karna lo
istimewa.