Detik itu juga jantung ku berdebuk cepat, OMG aku belum nyiapin apa-apa. Dan parahnya aku belum selesai bikin 'sesuatu' itu walau akhirnya hasilnya sumpeh unclear banget-_-... aku bingung, aku menggila... *alay
Setelah semuanya beres, ntah itu SBK dan surat izinnya aku langsung pergi ke asrama. Tapi baru beranjak dari ruang transit, tiba-tiba perutku kambuh lagi. nyiksa banget :'(( ya Allah tolong aku. singkat cerita aku akhirnya pergi, dan sampai di rumah dengan keadaan selamat. walau sepanjang perjalanan ada aja hambatannya.
langsung saja, malam itu juga aku pergi ke stasiun Pasar Senen. Pukul 10 tepat aku, umi, dan Fadli berangkat naik Progo ke Jogja. Sampai disana tepat pukul 7, sudah ada yang menjemput kami. Karena jadwal tenya jam 1 siang, maka kami istirahat dulu di rumah budhe, cukup untuk melepas lelah.
pukul setengah 12 kami berangkat menuju MMTC diantar dengan mobil. sedikit takjub dengan gedung dan fasilitasnya. dan lumayan degdegan karena membayangkan ini adalah calon sekolahku nanti!!! huft. tapi sedikit ciut, karena disini bebas banget!! beda kaya di intam. *plak -_- iyalah.. bandingin sama intam. dan.. cukup menjadi sorotan. jelas!! akukan pakai jilbab, dan disana mau cewek pake kerudung atau enggak pakenya celana.. ialah mereka cewek, akukan akhwat ^^9
lumayan banyak yang tes hari itu, belasan orang atau bahkan puluhan orang. Karena ternyata tes sudah dari jam 9 pagi tadi. okey, giliran aku dan tema- teman seperjuanganku masuk untuk tes CBT, tes 1 dari 2 tes yang harus kami ikuti. degdegan pastilah, ini penentuan man, penentuan kamu bakal lolos atau enggak. sebelum itu aku menarik nafas dan meminta restu umi dulu. aku yakin aku bisa.
Dan disinilah aku, duduk dibarisan paling depan mengerjakan 80 soal MTK dasar, B. Ind, B. Ing, dan TPA. soalnya sih lumayan, beda kayak UN, ialah-_- please deh. 1 jam sudah kita lewati, dan setelah itu kami pergi ke ruang wawancara. dan disinilah ceritanya bermulai.
aku berhadapan dengan.. ntah aku nggak tau namanya siapa. sebut saja Bapak, wawancara biasa sih.. sampai tiba pernyataan dari bapaknya " dulu juga ada yang daftar, pake hijab kayak kamu gini. tapi nggak kita ambil." aku cuma senyum, dan bilang "kalaupun aku keterima, dan aku disuruh untuk lepas. aku nggak akan ambil. aku hanya ingin mengambil ilmu dan keahlian disini." padahal dalam hati, ya Allah kenapa susah sekali untuk mempertahankan aturan Mu. dengan senyum sinis Bapak menatapku, aku hanya mencoba untuk tetap tersenyum wajar, walau hati gondok dibuatnya. kenapa disini juga begitu sekuler? aku kesini untuk mendapatkan ilmunya, demi mewujudkan mimpi, tekadku. mencerdaskan umat. Dan inilah yang aku cemaskan, bolehkah aku tetap memakai jilbab?ini cuma masalah pakaian, hai jilbab tidak pernah membatasi gerak kami. kami bisa berlari, berenang, memanjat, apapun itu kami bisa lakukan dengan berjilbab. justru jilbab menjaga kami, menjaga kehormatan kami. mengapa kami dibedakan? mengapa hanya karena kami menaati aturan Allah, lantas kami dikucilkan? dihinakan? dan diabaikan? bukankah kami justru terlihat lebih menawan? lebih rupawan?
Memang sulit hidup dijaman sekuler, semuanya merugikan kami. yang Bapak tau aku ini berjilbab, bagaimana kalau Bapak tau aku juga #khilafahfighter? pengemban dakwah? mungkin langsung diblacklist dan sudah disuruh pulang. Ck. Mengapa untuk mendapatakan ilmu itu berat sekali? pantas saja, syurga balasanya.
kini hanya keajaiban dari Allahlah aku bisa diterima di MMTC, karena dengan pernyataan itu aku yakin aku sudah diblacklist :') walau sejujurnya, aku masih berharap untuk bisa masuk kesitu. karena hanya itu harapan ku. setiap sholat malam ataupun wajib aku selalu berdoa agar keajaiban itu datang kepada ku. Ya Allah bantulah niat baik hamba. berikanlah yang terbaik untuk hamba Mu ini. Amin.
kita tunggu keajaiban itu sampai tanggal 1 April 2014 :)
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar