Kamis, 13 Maret 2014

Kamilah Mutiara Umat

Assalamu'alaikum wr. wb

 Untuk mempersingkat waktu, izinkan saya untuk memperkenalkan diri, karena saya percaya kata pepatah “siapa tak kenal maka tak sayang”. Nama saya Fikriyyah Khairani, diambil dari kata Al-fikr yang berarti pemikir dan Khairan yang berarti baik. Dimana dalam nama tersebut  tersirat doa dari kedua orang tua saya agar saya memiliki pemikiran yang baik. Yang dapat membedakan kebaikan dan keburukan, dan bisa memilih untuk tetap istiqomah  dijalan kebenaran. Dan saya adalah salah satu pemuda yang ikut berperan aktif dalam kebangkitan umat, demi tegaknya daulah khilafah islamiyah. Takbir!!!

Bicara tentang peran pemuda dalam kebangkitan umat, kita tidak akan menemukan pembahasan mengenai siapa yang paling pintar? Atau siapa yang paling cantik? Kaya? Atau bahkan siapa yang paling banyak followersnya? Dan juga saya tidak akan berdebat mengenai gosip- gosip terhangat, fashion terbaru, atau artis korea yang sedang dipuja- puja para kaum pemuda saat ini. Tapi kita bicara  tentang potensi, betapa pemuda memiliki beribu- ribu potensi untuk ikut mengambil peran dalam kebangkitan umat.

Pemuda didefinisikan oleh Nova Irma Ningsing dalam websitenya, “pemuda identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas. Tapi juga memiliki kelemahan dalam hal mengontrol emosinya. Namun sifat pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.”

Dalam paragraf tersebut diterangkan bahwa sudah fitrahnya pemuda itu untuk menuntut perubahan. Tidak hanya itu saja tetapi ikut mengambil bagian dalam melakukan perubahan tersebut.

Tidak sedikit pemuda muslim yang tercatat oleh sejarah dunia sebagai pelaku perubahan yang berpengaruh. Salah satunya Salman Al-Farisi, seorang remaja yang berkelana mencari kebenaran yang hakiki dan pencetus pembuatan parit mengelilingi kota Madinah saat perang Khondak. Kemudian ada Mushab bin Umair, merupakan duta islam pertama yang diangkat oleh Rasulullah untuk mengajarkan islam pada orang-orang Anshar di bukit Aqabah. Dan semua orang berbondong-bondong masuk islam. Takbir!!
Tapi, mereka adalah pemuda pada zaman Rasulullah, lalu bagaimana dengan pemuda pada masa ini. Yang sudah jatuh kepada kehidupan dunia, dan melupakan akhirat. Bermanja dengan kehidupan, dan mengkhianati fitrahnya sebagai seorang pemuda perubah peradaban.

Pemuda dalam fitrahnya disebutkan dalam Al-qur’an surah Ali-Imran ayat 110, disebutkan bahwa kita adalah umat terbaik, yang menyerukepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Wake up guys! Kita bukan hidup di negeri dongeng, yang semuanya serba semu. Khayalan semata. Tetapi kita hidup di dunia  nyata, semua hal bersifat rasional, potensi kitapun begitu. Lalu mengapa kita masih menutup mata dengan fakta, menutup telinga dengan ajakan kebaikan, dan mengunci hati dengan getaran halus perubahan? Mengapa masih ada ragu untuk mengambil peran dalam barisan perjuangan kebangkitan umat.

So kawan, come on! Wake up and show your strength! Tunjukkan pada dunia kalau kita adalah pemuda yang cool, smart, dan brilliant. Optimalkan semua potensi yang kita punya dijalan dakwah, karena umat membutuhkan kita para mutiara- mutiara baru demi tegaknya daulah khilafah islamiyah. Takbir!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar